Membaca dipercaya oleh banyak orang termasuk saya, sebagai gerbang awal untuk mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan untuk mengembangkan potensi yang telah ada di dalam diri setiap manusia. Ironisnya kegiatan membaca di keluarga sangatlah minim, budaya membaca yang harusnya ditanamkan sejak dini di dalam keluarga kini dilimpahkan ke sekolah sebagai lembaga yang dipercaya oleh orang tua untuk medidik anak- anak mereka, merasakan paradigm baru ini saya sedikit menyangsikan keberhasilannya, menurut hemat saya keberhasilan anak bukan saja menjadi tanggung jawab pihak sekolah melainkan menjadi tanggung jawab kita semua.
Basis pendidikan di keluarga merupakan modal awal yang kemudian diselaraskan bersama- sama di sekolah, bagaimana mungkin akan berjalan dengan langgeng jika nilai- nilai yang ada di keluarga maupun di sekolah tidak berjalan bersamaan, tidak memiliki visi dan tujuan yang sama.
Kegiatan membaca dan media membaca jaman dahulu dengan jaman sekarang tentunya ada perkembangan, perkembangan ini menuntut kita untuk senantiasa up to date. Orang tua kita jaman dahulu membacakan buku- buku kepada kita kurang lebih hanya sebagai suatu kesenangan, hanya untuk berbagi isi cerita, belum sampai kepada nilai- nilai yang menyeluruh dari kegiatan membaca. Kegiatan membaca tidak hanya bertujuan agar anak- anak bisa membaca tetapi menanamkan semangat agar anak- anak juga gemar membaca. Orang tua (keluarga) merupakan komponen pemicu yang utama yang mengenalkan kemampuan membaca kepada anak- anak.
Berikut ini tips untuk memotivasi anak- anak agar memiliki semangat membaca:
- Buatlah kesepakatan tentang kegiatan membaca yang nantinya akan disepakati oleh setiap anggota keluarga.
- Mencari tahu minat anak dalam memilih jenis buku bacaan.
- Sisihkan waktu untuk membaca bersama dengan mereka.
- Menyisihkan 1 waktu disela- sela weekend anda untuk membaca atau sekedar memilih- milih buku yang mereka sukai di toko buku.
- Setelah anak anda membaca buku yang mereka pilih tanyakanlah beberapa hal dibawah ini
- Mengapa mereka suka / tidak suka dengan buku yang mereka baca ?
- Siapa tokoh yang berkesan ? mengapa ?
- Siapa tokoh yang tidak disukai? Mengapa?
Berikut ini saya berikan contoh format dalam sebuah reading diary. format ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan baik dari segi isi/menu maupun bahasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar